Bukan Saya
BUKAN SAYA?
Ya saya tau kalau yang kamu maksud bukan saya. Sebab dari ketikan puisi dan tulisan yang kau buat tak kudapati ciri yang memperjelas bahwa itu buat saya.
Salahnya memang di saya. Sebab saya membaca menggunakan hati(❤) yang terlalu menginginkan bahwa segalanya yang kau lantunkan melalui tulisan adalah tentang saya. Salah besar! Iya saya tau kalau itu salah.
Saya berharap pada ketidakpastian. Kebodohan yang selalu, terus-menerus saya lakukan yang menyebabkan luka pada hati(❤) dan pikiran saya. Lantas apakah saya benar-benar paling salah dalam hal ini?
Tidakkah sengaja kau tuliskan itu semua agar saya menjadi orang yang kegeeran? Lalu bodohnya saya selalu membalas lantunan puisi indahmu juga menggunakan sebuah puisi romantis yang bisa membuat meringis ketika seseorang membacanya.
Apakah ini adil? Ketika kau berfantasi dengan sengaja membuat saya menjadi galau, dan saya hanya kembali berpikir dan menerka-nerka, apakah benar semua puisi dan tulisan indahmu itu buat saya? Saya tau jawabannya.
.
.
.
Sebab tidak ada perempuan yang tidak mau diberikan apresiasi dan perhatian sampai sebegitunya dibuatkan puisi-puisi indah, namun kesalahan datang pada laki-laki yang hanya sengaja memberikan semua itu dengan itikat yang palsu.
.
.
.
Sebab tidak ada perempuan yang tidak mau diberikan apresiasi dan perhatian sampai sebegitunya dibuatkan puisi-puisi indah, namun kesalahan datang pada laki-laki yang hanya sengaja memberikan semua itu dengan itikat yang palsu.
Hati(❤) tak selamanya membenci, namun luka tak semudah itu memaafkan.
//defaniafelisia
Komentar
Posting Komentar